Aya Canina

Aku minta maaf kepada puisi-puisiku

yang ditolak terbit. Bukan karena mereka jelek,

melainkan warnanya berubah perlahan-lahan,

dari pink jadi pudar, seolah-olah ingin memantaskan diri

di hadapanku — kesedihan formalitas

seperti gadis-gadis di upacara pemakaman.

Mereka tidak peduli pada warna hitam baju mereka, mereka

peduli pada modelnya. Kepalaku seperti punya jantungnya sendiri.

Aku menunggu kapan ia kena serangan jantung.

Setelah mimpi buruk tiga hari, menurutku Naoko bunuh diri

ketika Murakami menulisnya sambil minum wiski.

Kematian prematur. Sekali lagi

aku minta maaf kepada puisi-puisiku yang kuvonis lima bulan penjara.

Hari ini mereka bebas karena berkelakuan baik

tidak pernah memaksaku masuk hutan untuk bunuh diri

seperti Naoko yang ditulis Murakami

ketika kepalanya berhenti berdetak

karena kebanyakan wiski.

--

--

Aya Canina

Aya Canina

buku: Ia Meminjam Wajah Puisi (Basabasi, 2020). Hari ini di Bekasi, besok pindah ke Neptunus.